
Hidup itu penuh dengan tantangan yang berlika-liku. Tidak selamanya hidup berada diatas dan dibawah, terkadang kita merasakan kebahagiaan dan terkadang pula kita menderita. Ketika kita dapat menerima semua keadaan dengan ikhlas, baik keadaan yang buruk atau baik, maka kita akan merasa kebahagiaan yang hakiki. Bahagia tidak menunggu kita untuk ikhlas tetapi keikhlasan dapat membuat kita bahagia dan bersyukur. Akan tetapi semua orang tidak mampu untuk melakukan hal itu, kerana pada dasarnya dalam Hadis Ushul Al-Kafi dan Jalaluddin Rumi telah menerjemahkan kedalam syairnya bahwa, Allah swt menciptakan makhluk kedalam tiga golongan dengan derajatnya masing-masing yaitu malikat, hewan, dan manusia. Manusia adalah kombinasi dari kedua makhluk tersebut yang salah satunya hewan yang dapat membuat manusia terjerumus kedalam hasarat yang lebih rendah, sehingga manusia susah untuk berikhlas.
Secara realita manusia tidak akan mencapai sesuatu yang dibutuhkan tanpa adanya ikhtiar dan berdoa. Ibarat kata ikhtiar tanpa berdoa adalah sombong, berdoa tanpa ikhtiar adalah sia-sia. Keduanya saling melengkapi dan saling membutuhkan untuk mencapai kebahagian baik di dunia maupun di akhirat. Untuk mencapai itu semua butuh kesabaran dan keikhlasan dalam setiap langkah, tanpa ada rasa mengeluh, kerena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang mengeluh. Mengeluh dapat merusak hati, pikaran, dan mental sesorang, untuk itu terimalah keadaan dengan penuh keikhlasan walaupun susah, tapi harus mencoba dan melakukannya disertai dengan berdoa.

